Mahasiswa Diminta jangan GolputĀ 

Sabtu, 19 Januari 2019 - 10:08:22 WIB

Ijtihad Gerakan Politik Mahasiswa.

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Ketua Umum DPP KNPI Haris Pratama ingin agar mahasiswa mempunyai sikap politik khususnya dalam pilihan Pilpres 2019 ini, tentunya berpihak kepada kebenaran. Menurutnya, itu sebenarnya substansi dari independensi mahasiswa. "Dalam sebuah gerakan, khususnya Mahasiswa Muhammadiyah harus menentukan pilihan, karena Golput bukan pilihan cerdas yang diambil seorang intelektual," kata Haris dalam acara diskusi nasional Ijtihad Gerakan Politik Mahasiswa Dalam Menyikapi Pemilu 2019 di Auditorium Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jumat (18/01). Menurutnya, suara milenial menjadi kekuatan besar dalam Pilpres 2019 mendatang. Karena, apabila kaum milenial jika tidak berpihak maka sangat disayangkan dan suatu pilihan harus berdasarkan penilaian yang objektif. "Saya berharap teman-teman mahasiswa jangan salah mengartikan soal independensi. Karena mahasiswa yang masuk dalam kriteria milenial harus bersuara dalam perpolitikan di Indonesia agar aspirasi positifnya dapat tersalurkan," ujarnya.

"Jangan justru mahasiswa hanya menjadi agen hoaks. Mahasiswa IMM harus jadi pelopor gerakan penjaga keutuhan Ummat di Indonesia," sambungnya. Selain itu, di zaman yang milenial ini ia ingin agar salah satu capres-cawapres yang terpilih nanti dapat melibatkan para pemuda Indonesia dalam menjalankan program-programnya. "Direncanakan juga DPP KNPI akan mengundang Paslon 01 dan 02 untuk mengetahui secara lansung porsi kepemudaan dalam pemerintahan jikalau para kedua psslon tersebut terpilih," ucapnya. Sementara itu, Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo siap mendukung salah satu capres-cawapres yang berani mengajak pemuda Indonesia masuk dalam kabinet kerjanya. "IMM akan mendukung paslon pada Pilpres 2019 yang berani memilih pemuda masuk kabinetnya atau membentuk kabinet muda," tutur Najih.Diskusi Nasional turut dihadiri oleh Ketua Umum DPP IMM Najih Prasetyo, Ketua Umum PP KAMMI Ahmad Fauzi, Sekertaris DPP IMM DKI Jakarta Huda Prayoga dan beberapa perwakilan Organisasi Mahasiswa dan mahasiswa-mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta. (Net/Hen)